Oke! Perjalanan dimulai, dengan mengucap basmalah kami
bertiga (ehh tepatnya saya seorang dan mereka berdua) memulai perjalanan ke
kampungnya orang guna menjajaki tempat wisata dan segala potensi daerah
tersebut. Perjalanan ini hanya beranggotakan 3 orang personil psychofren,
mengapa? Karena yang lain sibuk towwa
banyak job-nya. Saya -_- dan dua
lainnya yaitu Azmul dan Amir. Mereka
berdua adalah kombinasi yang saling bersinergitas dimana Azmul menjadi destinator yang menyusun tujuan
perjalanan dan Amir sebagai Navigator ulung yang diotaknya telah tertanam chip
nama jalan, nama wilayah, jarak tempuh, dll “AMAZING” tidak lupa pula Amir
Foundation menjadi sponsor perjalanan ini.
Oke! Perjalanan dimulai, dengan mengucap basmalah kami
bertiga (ehh tepatnya saya seorang dan mereka berdua) memulai perjalanan ke
kampungnya orang guna menjajaki tempat wisata dan segala potensi daerah
tersebut. Perjalanan ini hanya beranggotakan 3 orang personil psychofren,
mengapa? Karena yang lain sibuk towwa
banyak job-nya. Saya -_- dan dua
lainnya yaitu Azmul dan Amir. Mereka
berdua adalah kombinasi yang saling bersinergitas dimana Azmul menjadi destinator yang menyusun tujuan
perjalanan dan Amir sebagai Navigator ulung yang diotaknya telah tertanam chip
nama jalan, nama wilayah, jarak tempuh, dll “AMAZING” tidak lupa pula Amir
Foundation menjadi sponsor perjalanan ini.Posted in : Jalan Jajan
![]() |
| Di tengah pohon karet di Bulukumba |
![]() |
| di perbatasan bone maros |
| saat di danau tempe |
Posted in : Next
Sabtu, 16 Desember 2012. Kami masih berada di kota Sengkang, tepatnya di rumah Radyt. Pada pagi hari sebelum ke danau tempe, kami menyempatkan diri untuk berkunjung di rumah adat yang berada tidak jauh di pusat kota. Setelah puas foto-foto di rumah adat, kamipun kembali ke rumah Radyt, dan berkemas untuk berpetualang di danau tempe. Tentunya seluruh biaya transportasi di bayar oleh tuan rumah.
Akses untuk ke danau tempe hanya dengan menggunakan perahu motor, yang biaya per orang hanya Rp.10.000. Karena kami delapan orang, jadi biaya ke danau tempe sebesar Rp.80.000. Perjalanan pun dimulai dengan membelah air sungai, dan akhirnya kami tiba di danau tempe. Di sana, pemandangan sangat indah. Rumah apung menghiasi luasnya danau tempe, dan kami pun menyempatkan untuk singgah bersitirahat disalah satu rumah apung milik warga. Di atas rumah apun tersebut kami lagi-lagi menyempatkan diri mengambil gambar dan bermain domino, kami juga sempat berbincang-bincang dengan orang yang mengemudikan perahu motor yang kami tumpangi. Setelah bersenang-senang, dan cuaca sudah memberi sinyal kamipun meninggalkan danau tempe dan kembali ke rumah Radyt.
Posted in : Jokka-Jokka









